Kamis, 07 April 2011

SISTEM REPRODUKSI

SISTEM REPRODUKSI









Disusun oleh:
ERA TRIANA AMWAR DIANI SST



















SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
WIDYA GAMA MALANG
2011


SISTEM REPRODUKSI

            Pada dasarnya kelamin laki – laki dan wanita sudah dapat terlihat sejak lahir. Namun sifat dari kelamin tersebut tak dapat dikenal secara dini. Perkembangan sifat tersebut terjadi pada usia 10 – 14 tahun.
            Pada laki – laki dewasa, pubertas dimulai dengan perubahan suara yang lebih berat, pembesaran genetalia eksterna, tampilnya bulu di atas tubuh dan muka. Sedangkan pada wanita ditandai dengan menstruasi, uterus dan vagina membesar, buah dada membesar, jaringan ikat dan saluran darah bertambah sifat kelamin sekunder tampil, lengkung tubuh berkembang, adanya bulu ketiak dan pubis pelvis melebar.

ORGAN REPRODUKSI PADA WANITA
Alat reproduksi wanita dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
  1. Genetalia Luar
Alat genetalia bagian luar terdiri dari:
*     Tundun (mons veneris)
" bagian yang menonjol
     meliputi simpisis
" terdiri dari jaringan dan
     lemak
" merupakan area yang
     mulai ditumbuhi bulu
     pada masa pubertas
*     Labia Mayora (bibir besar)
" dua lipatan dari kulit di
     antara kedua paha
" banyak mengandung
     urat saraf
*     Labia Minora (bibir kecil)
" berada di sebelah dalam labia mayora
" banyak mengandung urat saraf
*     Klitoris (klentit)
" jaringan ikat erektil kecil seperti kacang hijau yang dapat mengeras dan
     tengang
*     Vestibulum (serambi)
" rongga yang berada di antara bibir kecil (labia minora)
*     Himen (selaput dara)
" pada bagian tengah himen berlubang supaya kotoran menstruasi dapat
    mengalir keluar
" terletak pada mulut vagina
*     Perinium (kerampang)
" letaknya di antara vulva dan anus
" panjangnya ± 4 cm

  1. Genetalia Dalam

Alat genetalia dalam terdiri dari:
*     Vagina (liang kemaluan)
" penghubung antara antara introitus vagina dan uterus
" panjang dari vestibulum sampai uterus ± 7½ cm
" pada puncak vagina menonjol leher rahim (serviks arteri) yang
     disebut persio
" bentuk vagina sebelah dalam berlipat – lipat disebut rague
*     Uterus (rahim)
" terletak di dalam pelvis antara rektum di belakang dan kandung
     kemih pada bagian depan
" panjang uterus ± 7½cm, lebar ± 5 cm, tebal ± 2½cm, berat ± 50 g
" panjang uterus pada wanita yang belum menikah 5 – 8 cm dan
     beratnya 30 – 60 g
" fungsi ovum untuk menahan ovum yang telah dibuahi selama
     perkembangan
" pada waktu hamil uterus bertambah besar
" pada saat melahirkan, uterus berkontraksi mendorong bayi dan
     plasenta keluar
*     Ovarium
" mereproduksi ovum
" mereproduksi hormon estrogen
"  mereproduksi progesteron
*     Tuba Falopi
Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. Sepasang tuba kiri-kanan, panjang 8-14 cm, berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum uteri.
Dinding tuba terdiri tiga lapisan : serosa, muskular (longitudinal dan sirkular) serta mukosa dengan epitel bersilia.
Terdiri dari pars interstitialis, pars isthmica, pars ampularis, serta pars infundibulum dengan fimbria, dengan karakteristik silia dan ketebalan
dinding yang berbeda-beda pada setiap bagiannya (gambar).













Pars isthmica (proksimal/isthmus)
Merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet.

Pars ampularis (medial/ampula)
Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini.

Pars infundibulum (distal)
Dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi "menangkap" ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba.

SISTEM MENSTRUASI
            Perubahan terjadi dalam ovarium dan uterus selama masa menstruasi berlangsung kira – kira 5 hari. Selama masa ini epitelium permukaan dinding uterus terlepas dan terjadi sediit pendarahan. Masa setelah menstruasi adalah masa pertumbuhan dan perbaikan yang berlangsung selama 9 hari ketika selaput terlepas untuk diperbaharui. Sedangkan pengendalian ekstrigen dikendalikan oleh FSH (follicle stimulating hormone) terjadi pada hari ke – 14 kemudian disusul 14 hari tahap sekretorik yang dikendalikan oleh progesteron.









Siklus Menstruasi
PAYUDARA

 Kelenjar mamae

Seluruh susunan kelenjar payudara berada di bawah kulit di daerah pektoral. Terdiri dari massa payudara yang sebagian besar mengandung jaringan lemak, berlobus-lobus (20-40 lobus), tiap lobus terdiri dari 10-100 alveoli, yang di bawah pengaruh hormon prolaktin memproduksi air susu. Dari lobus-lobus, air susu dialirkan melalui duktus yang bermuara di daerah papila / puting. Fungsi utama payudara adalah laktasi, dipengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin pasca persalinan.
Kulit daerah payudara sensitif terhadap rangsang, termasuk sebagai sexually responsive organ.
Pada perempuan, perubahan dan perkembangan buah dada terjadi setelah masa remaja atau pubertas karena terdapat penambahan jaringan kelenjar. Seorang wanita mulai menstruasi pertama terjadi sedikit pembesaran buah dada disebabkan pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang dihasilkan ovarium, lama – kelamaa buah dada berkembang penuh dan penimbunan lemak menimbulkan pembesaran yang tetap. Pada masa menopause, lama – kelamaan ovarium berhenti dan jaringan buah dada mengerut.


Laktasi (pengeluaran air susu)terbagi dalam tahap:
  1. Sekresi air susu. Pada kehamilan minggu ke – 16 mulai terjadi sekresi cairan bening dalam saluran kelenjar buah dada, yang disebut kolostrum yang kaya akan protein. Setelah bayi lahir, pengeluaran kolostrum air susu dirangsang oleh kelenjar prolaktin.
  2. Pengeluaran air susu. Air susu mendapatkan ransangan dari bayi supaya keluar secara normal bergantung pada isapan bayi, mekanisme dalam buah dada berkontraksi memeras air susu keluar dari alveoli masuk dalam saluran air susu


Dua faktor yang diatur oleh hormon dalam proses laktasi:
  1. Produksi air susu (prolaktin). Dalam fisiologi laktasi, prolaktin merupakan suatu hormon yang disekresi oleh glandula pituituria anterior yang penting untuk memproduksi air susu itu.
  2. Pengeluaran air susu (oksitosin). Dua faktor yang terlibat dalam mengalirnya air susu dari sel – sel sekretorik ke papila mamae:
a.       Tekanan dari belakang. Tekanan globuli yang baru terbentuk dan dalam sel akan mendorong globuli tersebut ke dalam tubuli laktiferus dan isapan bayi akan memacu sekresi air susu lebih banyak.
b.      Refleks neurohormonal. Gerakan isapan bayi akan menghasilkan ransangan saraf yang terdapat di dalam glandula pituitari posterior. Akibatnya langsung dari refleks ini adalah dikeluarkannya oksitoksin dari pituitaria posterior, di sekitar alveoli akan berkontraksi mendorong air susu masuk ke dalam ampula. Refleks ini dapat dihambat dengan adanya rasa sakit (misalnya jahitan pada perinium), sekresi oksitosin juga akan menyebabkan otot uterus berkontraksi dan membantu inovasi (kemunduran) uterus selama puerperium (nifas).

HORMON PADA WANITA

  1. GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone)
    Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).

  1. FSH (Follicle Stimulating Hormone)
    Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH. Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis).
    Pelepasannya periodik / pulsatif, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3 jam), sering tidak ditemukan dalam darah. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa ovarium, melalui mekanisme feedback negatif.

  1. LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)
    Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron.
    Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat.
    (Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis).

  1. Estrogen
    Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka     interna folikel di ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis.
    Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta.
    Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita.
    Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium.
    Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks.
    Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina.
    Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara.
    Juga mengatur distribusi lemak tubuh.
    Pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti.

  1. Progesteron
    Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta.
    Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.

  1. HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)
    Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml).
    Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik.
    Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).

  1. LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin
    Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum.
    Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen).
    Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan.
    Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea.

SISTEM REPRODUKSI PADA PRIA
            Genitalia pada laki – laki tidak terpisah dari saluran uretra, berjalan sejajar pada kelamin luar laki – laki. Alat kelamin laki – laki terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:
  1. Kelenjar, yang termasuk kelenjar ialah:
    1. Testis
    2. Vesika seminalis
    3. Bulbouretralis
2.      Kelenjar duktuli, yang termasuk kelenjar duktuli, yaitu:
a.       Epididimis
b.      Duktus seminalis
c.       Uretra
3.      Bangun menyambung
a.       Skrotum
b.      Fenikulus spermatikus
c.       Penis

*     Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari penis, skrotum (kantung zakar) dan testis (buah zakar).
*     Struktur dalamnya terdiri dari vas deferens, uretra, kelenjar prostat dan vesikula seminalis.

*     Sperma (pembawa gen pria) dibuat di testis dan disimpan di dalam vesikula seminalis. Ketika melakukan hubungan seksual, sperma yang terdapat di dalam cairan yang disebut semen dikeluarkan melalui vas deferens dan penis yang mengalami ereksi.

Struktur
Penis terdiri dari:
*     akar (menempel pada didnding perut)
*     badan (merupakan bagian tengah dari penis)
glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut). lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan air kemih) terdapat di umung glans penis.
     
Dasar glans penis disebut korona.
pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit depan (preputium) membentang mulai dari korona menutupi glans penis.

Badan penis terdiri dari 3 rongga silindris (sinus) jaringan erektil:
*     2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus, terletak bersebelahan
*     rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum, mengelilingi uretra.
jika rongga tersebut terisi darah, maka penis menjadi lebih besar, kaku dan tegak (mengalami ereksi).

      Skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi testis.
skrotum juga bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis, karena agar sperma terbentuk secara normal, testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh.
otot kremaster pada dinding skrotum akan mengendur atau mengencang sehinnga testis menggantung lebih jauh dari tubuh (dan suhunya menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke tubuh (dan suhunya menjadi lebih hangat).
      Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di dalam skrotum. biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan.
testis memiliki 2 fungsi, yaitu menghasilkan sperma dan membuat testosteron (hormon seks pria yang utama).


      Epididimis terletak di atas testis dan merupakan saluran sepanjang 6 meter.
epididimis mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan ruang serta lingkungan untuk proses pematangan sperma.
      Vas deferens merupakan saluran yang membawa sperma dari epididimis.
saluran ini berjalan ke bagian belakang prostat lalu masuk ke dalam uretra dan membentuk duktus ejakulatorius.
struktur lainnya (misalnya pembuluh darah dan saraf) berjalan bersama-sama vas deferens dan membentuk korda spermatika.
Uretra berfungsi 2 fungsi:
*     bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih
*     bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.

Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih di dalam pinggul dan mengelilingi bagian tengah dari uretra.
biasanya ukurannya sebesar walnut dan akan membesar sejalan dengan pertambahan usia. Prostat dan vesikula seminalis menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. cairan ini merupakan bagian terbesar dari semen. cairan lainnya yang membentuk semen berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di dalam kepala penis.

Fungsi
      Selama melakukan hubungan seksual, penis menjadi kaku dan tegak sehingga memungkinkan terjadinya penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina)
ereksi terjadi akibat interaksi yang rumit dari sitem saraf, pembuluh darah, hormon dan psikis.
rangsang yang menyenangkan menyebabkan suatu reaksi di otak, yang kemudian mengirimkan sinyalnya melalui korda spinalis ke penis.
arteri yang membawa darah ke korpus kavernosus dan korpus spongiosum memberikan respon, yaitu berdilatasi (melebar). arteri yang melebar menyebabkan peningkatan aliran darah ke daerah erektil ini, sehingga daerah erektil terisi darah dan melebar.
otot-otot di sekitar vena yang dalam keadaan normal mengalirkan darah dari penis, akan memperlambat aliran darahnya.
tekanan darah yang meningkat di dalam penis menyebabkan panjang dan diameter penis bertambah.
      Ejakulasi terjadi pada saat mencapai klimaks, yaitu ketika gesekan pada glans penis dan rangsangan lainnya mengirimkan sinyal ke otak dan korda spinalis.
saraf merangsang kontraksi otot di sepanjang saluran epididimis dan vas deferens, vesikula seminalis dan prostat. kontraksi ini mendorong semen ke dalam uretra.
selanjutnya kontraksi otot di sekeliling urretra akan mendorong semen keluar dari penis.
leher kandung kemih juga berkonstriksi agar semen tidak mengalir kembali ke dalam kandung kemih. Setelah terjadi ejakulasi (atau setelah rangsangan berhenti), arteri mengencang dan vena mengendur.
akibatnya aliran darah yang masuk ke arteri berkurang dan aliran darah yang keluar dari vena bertambah, sehingga penis menjadi lunak.

REPRODUKSI
      Reproduksi merupakan kegiatan organ kelamin laki – laki dan perempuan yng khusus yaitu testis menghasilkan spermatozoid (sel kelamin laki - laki) dan ovarium menghasilkan sel kelamin perempuan (ovum).produksi hormon ini dikendalikan oleh gonadotropik dari kelenjar hipofise.
      Penentuan jenis kelamin tergantung kromosom kelamin yang jumlah normalnya pada manusia 44 + 2 kelamin menjadi 46. dua kromosom kelamin yaitu kromosom X dan Y. Jenis kelamin ditentukan oleh ayah anak, 44 kromosom + X dari ayah dan XX dan ibu maka anak lahir perempuan, tetapi kalau 44 +XY akan lahir anak laki – laki.


PERKEMBANGAN JANIN
      Hasil konsepsi terpendam dalam endometrium uterus, mendapat makanan dari darah ibu, selama 10 minggu organ – organ terbentuk. Embrio terbungkus dalam dua membran sebelah dalam amnion dan sebelah luar korion yang merupakan kantung yang berisi cairan melindungi fetus agar bergerak bebas dan tumbuh secara seimbang. Selama perkembangan 8 minggu pertama, terbentuk plasenta sehingga fetus akan terikat oleh tali pusat.
      Keistimewaan peredaran daerah janin dalam kandungan, yaitu oksigen dan zat makanan yang diperlukan diambil dari darah ibu. Hal ini dimungkinkan karena adanya:
1.      Foramen ovale, lubang antara atrium dekstra dan atrium sisintra. Lubang ini akan menutup sesudah bayi dilahirkan.
2.      Duktus anteriosus botali, pembuluh darah yang menghubungkan arteri pulmonalis dengan aorta.
3.      Duktus venosus, pembuluh darah yang menghubungkan umbilikalis dengan vena kava inferior.
4.      Plasenta, jaringan dinding rahim yang banyak mempunyai jojot yang mengandung banyak pembuluh dara.
5.      Vena umbilikalis, pembuluh darah yang membawa darah dari plasenta ke peredaran darah janin.
6.      Arteri umbilikalis, pembuluh darah yang membawa darah janin ke plasenta banyaknya dua buah. Kedua arteri dan vena umbilikalis tersebut terbungkus dalam suatu saluran yang disebut duktus umbilikalis/Tali pusat.
      Pada waktu bayi lahir, bayi akan menangis sekuat – kuatnya sambil bernapas, dengan jalan ini diisapnya udara ke paru paru. Pada saat ini paru – paru mengembang dan terjadilah prubahan yang besar dalam tubuh bayi. Karena paru – paru mengembang seakan – akan menarik darah dari arteri pulmonalis sehingga duktus anteriosus botali tertutup. Darah banyak mengalir ke paru – paru, oksigen yang diisap masuk ke ruang alveoli dan karbon dioksida dikeluarkan.
      Darah dari jaringan paru paru yang sudah dibersihkan dialirkan ke vena pulmonalis, menyebabkan septum antara atrium dekstra mendapat tekanan yang kuat. Dengan demikian klep yang terdapat pada foramen ovale tertutup. Pada saat tali pusat diikat lalu dipotong, maka hubungan peredaran darah antara bayi dan ibu terputus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar